Dirut: BBM Satu Harga Tak Bikin Pertamina Rugi

Jakarta, CNBC Indonesia- Keuangan PT Pertamina (Persero) menjadi sorotan karena nilai kompensasi yang signifikan, dan disebut-sebut untuk menyelamatkan kas perusahaan migas tersebut.

Ada yang menilai Pertamina ngos-ngosan mengelola keuangannya, di antaranya karena beban distribusi bahan bakar minyak (BBM) penugasan jenis Premium. Terutama setelah Presiden Joko Widodo menurunkan harga bensin ini sejak 2015, dan tak disesuaikan lagi sampai saat ini.

Ditambah, Pertamina juga kebagian tugas untuk menjual bensin Premium satu harga di ratusan titik di seluruh Indonesia.

Baca:Dirut Pertamina: Harga Avtur RI Murah & Impor Makin Turun!

Apakah hal ini memberatkan holding BUMN Migas tersebut?

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, menegaskan penugasan BBM satu harga sama sekali tidak memberatkan perseroan. “Jumlahnya sangat kecil, bahkan lebih kecil dibanding zakat,” kata Nicke, saat dijumpai di kantornya, Senin (8/7/2019).

Ia memaparkan untuk 2018 misalnya, perusahaan menyalurkan 88.660 KL BBM satu harga, dengan rincian Premium 61.848 KL dan bio solar 36.812 KL. “Persentase penyaluran BBM satu harga sampai akhir 2018 adalah 0,18% dari penjualan total 49 juta KL.”

Sementara untuk 2019 ini, dari Januari sampai Juni sudah tersalurkan 76.482 KL dengan rincian Premium 55.935 KL dan biosolar 20.547 KL.

Diambil dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20190708214013-4-83526/dirut-bbm-satu-harga-tak-bikin-pertamina-rugi

Leave a Reply