Kompas.com – 17/06/2020, 22:08 WIB

Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) satu harga resmi diluncurkan di Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (17/6/2020).(istimewa)

Penulis Kontributor Pontianak, Hendra Cipta | Editor Dony Aprian PONTIANAK, KOMPAS.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berjenis Kompak resmi diluncurkan di Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat ( Kalbar), Rabu (17/6/2020). Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) M Fanshurullah Asa mengatakan, SPBU itu diyakini mampu memberikan dampak positif bagi sebanyak 2.000 nelayan setempat. “Peresmian BBM satu harga ini, karena pemerintah ingin mewujudkan keadilan, dan tidak hanya jargon, yang dibuktikan dengan diresmikannya program BBM satu harga di Pulau Maya mulai hari ini,” kata Fanshurullah melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan. Baca juga: Tahun Ini Pertamina Targetkan BBM Satu Harga di 83 Titik Sebelumnya, kata dia, sebanyak 2.000 nelayan dan 500 kapal motor milik nelayan membeli BBM ke tingkat pengecer dengan harga tinggi. “Kini mereka bisa membeli BBM dengan harga sama dengan yang dijual di kota-kota, yakni premium Rp 6.450 per liter, dan solar Rp 5.150 per liter,” ungkapnya. Untuk di Kabupaten Kayong Utara sendiri, lanjutnya, akan dibangun kembali dalam waktu dekat BBM satu harga di Kepulauan Karimata. “Kami berharap pemerintah dan Pertamina mempermudah pengurusan izinnya,” ujar Fanshurullah. Baca juga: Bertambah Penyalur BBM Satu Harga di Papua, Warga: Terima Kasih Jokowi Dia meminta petugas keamanan mengawasi penyaluran BBM satu harga ini agar tepat sasaran. “BBM subsidi jangan sampai dijual ke pihak industri, karena ini hak masyarakat kecil seperti nelayan. Kami berharap dengan membeli BBM satu harga ini, maka keuntungan para nelayan lebih besar, mereka balik ke rumah dengan hati yang lebih bahagia lagi,” ucap Fanshurullah. Sementara itu, Bupati Kayong Utara Citra Duani mengatakan, SPBU yang menjual BBM satu harga ini menggunakan tempat penyimpanan BBM sebuah ponton dengan kapasitas 400 kiloliter (KL). “Kami berharap dengan diresmikannya BBM satu harga ini, masyarakat bisa merasakan BBM dengan harga terjangkau, tidak ada lagi penyalur ilegal, kalau masih ada, silakan laporkan kepada pihak terkait,” kata Citra.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2020/06/17/22083181/ribuan-nelayan-di-kepulauan-kalbar-kini-nikmati-bbm-satu-harga

Leave a Reply